Jul 18, 2009

bonderful wirthday

Today i legally turned 20! thanks to a few hundred people who congratulated me thru phone/sms/facebook/face-to-face.

acara ulang tahun yang gokil diakhiri dengan makan malam di Kiyadon, taman anggrek. Japanese food fiesta! Gila-gilaan deh. 20 orang total, mencakup keluarga besar gw ditambah beberapa temen deket, bikin celana yang tadinya longgar jadi sampe sempit banget. Udah ga inget lagi gw makan apa aja deh. sinting. Totalnya abis hampir 2 juta deh. (untung yang bayarin bukan gw)

[FOTO MENYUSUL DIKARENAKAN KONEKSI INTERNET INDONESIA YANG AJIB-AJIB]

anyway, jadi begini ya rasanya umur 20? physically, nothing really special. gw expect bangun pagi-pagi terus tulang berasa ngilu dan rambut membotak sedikit serta bulu ketek kaki bertambah lebat. lebay bangay. alhasil ga ada yang terbukti terjadi kok.

Cuman rasanya ada yang spesial itu..kalo gw ngeliat, sekarang kepala dua, selama 19 tahun sebelomnya apa aja sih yang udah gw lewatin? Hmm.. banyak juga kejadian-kejadian dan kisah-kisah yang bisa dibilang jadi pelajaran dalam hidup gw ini, sekaligus ngerubah diri gw baik dalam cara berpikir ataopun mindset gw.

Abraham Lincoln once said,

"And in the end, it's not the years in your life that count. It's the life in your years."

Yang penting itu bukannya itungan tahun buat nentuin berapa dewasanya kita, yang penting itu seberapa banyak kita bener-bener "menghidupi" hidup kita ini. Dan kalo ditelusurin, gw merasa lumayan sukses buat ukuran cowo seumuran 20 tahun ini. Hidup gw selama 5 tahun sebagai pelajar asing bekas scholar di Singapura itu bisa dibilang sebagai U-turn yang bener-bener jadi titik pacu perubahan-perubahan terbesar dalam hidup gw [kira-kira]:

Sigh.

Frankly speaking, berdasarkan pengalaman pribadi, setelah gw membandingkan diri sama temen-temen yang nggak pernah ngerasain berdiri sendiri di negeri orang lain, bener-bener harus bahu-membahu sama rekan-rekan seperjuangan, ada perbedaan yang mencolok : ya itu, cara pikir. Bukannya mau sok tau, tapi di mata gw udah terlalu sering mereka terlihat sangat kurang dewasa. Pengecualian tapi buat beberapa temen yang udah pernah ngadepin jurang kehidupan dan ngerasain beban mental (misalnya yang ada kehilangan ortu, atau masalah besar lainnya yang ga seharusnya mereka alamin pada usia itu), mungkin hal-hal itu yang jadi U-turn mereka, dalam kasus masing-masing. It's true that what doesn't kill you only makes you stronger.

Sigh lagi. Jarang-jarang rasanya gw bener-bener ngehabisin beberapa menit waktu gw buat mikir kaya gini, tanpa joke-joke ala Julian yang segar dan mengocok..perut.

Anyway, sah-sah aja kan kalo dengan ini saya menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa sekali lagi, saya beranjak semakin dewasa. Usia 20, heh. My Coming of Age Day :

Each year on the second Monday in January, people in Japan celebrate Seijin-no-hi. In English, that means Coming of Age Day. Special events are held on that day for young people who reached age 20 during the previous year. At age 20, young people in Japan are thought to be adults. Young men wear suits on Seijin-no-hi, and women wear ornate kimonos called furisodes. In Japan, 20-year-olds have many rights, including the right to vote.

Can I get my condoms, please?

Song of The Day : The Inkspots - The Best Things In Life

scandal issued at 11:54 PM_




Jul 13, 2009

seafood di jimbaran...

...itu ternyata bener seperti yang gw sering denger dari dulu. Di trip ke Bali kemaren ini, kami ber-6 (gerombolan siberat) akhirnya sempet mampir ke jimbaran dan nyicipin seafood legendaris ini, yang katanya nomer satu di indonesia. Lebih tepatnya restoran Menega, yang ada di tengah-tengah rentetan restoran di daerah Jimbaran sendiri.

Untuk acara makan malam itu kami pesen 2 ikan ekor kuning (kalo ga salah) yang gede-gede, Kerang Kepah segede kepalan anak bayi, kami pesen 3 porsi buat 5 orang, dan 1 porsi buat gw sendirian. Maklum, gw maniak kerang. Terus kami pesen udang galah ukuran sedang, sama cumi goreng tepung dan cumi bakar.

Semua masakannya kecuali cumi goreng tepung, cuma punya satu cara masak: dibakar. Sedangkan khusus untuk kerang nya, mereka bilang dibakar dengan 'bumbu khusus'. Yah jelas penasaran gw. Dan ternyata emang menu kerang bakar ini merupakan salah satu legenda-nya Jimbaran yang bikin orang ketagihan.

Sayurnya cuman ada plecing kangkung tanpa variasi. Tapi begitu-begitu kangkung yang dipakai juga beda banget sama kangkung yang biasa ada di Jakarta : lebih besar, lebih basah, dan lebih nikmat.

Makannya sendiri di sisi pantai, lengkap dengan lantai yang berupa pasir putih (kering) dan hembusan angin laut yang bersahabat. Suasananya spektakuler dengan temaram lampu minyak di meja-meja, tanpa penerangan ambient yang kuat. Di kejauhan bisa kita amati kilapan lampu-lampu dari area resort Four Seasons, plus perumahan rakyat disekelilingnya. Di sisi lain, Airport Ngurah Rai dengan pesawat terbang yang mendarat dari waktu ke waktu. Romantis, tapi sayangnya company gw SANGAT tidak mendukung ambience yang otherwise bakal perfect banget.

Sesuai kata orang-orang, makanan laut di Jimbaran, di Menega, lebih spesifiknya, itu emang deh:
murah. yoi, lumayan buat kualitasnya.
fresh. bukan maen. gw malah curiga dimasaknya idup-idup.
enak. bukan maen lagi. indomie mah ga nandingin.

tapi yang ga sesuai cerita-cerita seputar jimbaran itu, seafoodnya :

pake topping pasir.

ternyata emang pasir itu ya, mirip kacang disko. coba aja, uda garing-garing, kalo digigit kremas kremes, terus asin-asin gitu! sebenernya asik juga sih. masalahnya : gw lagi ga ada niat caritau rasanya pasir campur seafood!

kejadiannya gini, di belakang putu itu meja yang isinya keliatan kaya sebuah keluarga bahagia yang biasa-biasa aja, dengan 2 orang anak kecil yang lagi main-main tongkat yang dikocok nyala (dijual di pinggiran pantai jimbaran dengan harga mahal. ngapain beli ya? padahal ada tongkat laen yang kalo dikocok..ah, off topic)

anak-anak itu meng-swing-swing tongkat itu dengan titik tolak belakang pasir, dan alhasil menyebabkan pasir-pasir berhamburan ke arah putu dengan sukses. untung surface area putu sangat amat lumayan besar jadi di beberapa kali pertama, pasir-pasir itu ga berhasil mencapai meja makan kami.

Tapi sialnya, mereka semakin menjadi-jadi dan sekali lagi memainkan tongkat-tongkat mereka sampai cipratannya makin dashyat, dan kali ini mengenai meja makan kami!

Bak hujan lokal, sajian laut di meja kami otomatis dapet top-up topping pasir. Mana kerang-kerang dan ikan bakar jatah si Agong masih sisa di meja pula. Sialnya, itu si mamak dari dua anak kurang ajar tadi keliatan banget pura-pura ga tau apa yang terjadi. Padahal kami semeja uda mengeluarkan suara-suara groaning dan moaning kaya ikan paus sekarat. Tanpa malu-malu, gw teriakin aja,

"Tante, tolong ya anaknya tuh main pasir kena makanan kami!"

Eh kampret bin sompret, tuh tante malah pura-pura jadi turis / orang kampung berkelas dan dengan kualitas akting ala sinetron dia (seolah-olah) ngomelin anaknya,

"Children, that's not very nice, you know!" (Anak-anak, itu sangat ga baik, tau!)
"Now look, make people angry kan!" (Sekarang liat, bikin orang marah, kan!)
"You not shower yet, also." (Kamu belum mandi, lagi.)

Obvious effort tante-tante itu dalam ngomong bahasa inggris jelas malah bikin kita bingung antara marah atao nahan ketawa. Gw curiga tuh tante mau ngasi kesan kalo mereka ngomongnya bahasa inggris sehingga kami jadi jiper. Yeah right. Kalo aja gw orang lokal Bali, pasti uda gw cacimaki hinadina di tempat itu saat itu juga. Yang jelas, suasana yang tadinya bahagia jadi keruh, dan kerang sama ikan yang uda kena pasir akhirnya dimakan juga sama putu. (maklumi aja)

Yah, jadinya acara makan-makan di Jimbaran berakhir rada kacau deh. Untung clam saus padangnya AJIB-AJIB BANGET. Kalo ngga bisa emosi jiwa gw.

Moral of the story : kalo kurang asin, tambahin garam, jangan pasir!

scandal issued at 7:23 PM_




Jul 5, 2009

budha

Bali is predominantly Hindu but has long had a connection with Buddhism and, following contact some 2,000 years ago with various Indian influences, is the last surviving Hindu-Buddhist civilisation in Indonesia.

Inscriptions dated 9 AD have been found, which mention Tantric and Mahayana Buddhism. There are stone statues and references to Buddhist monks and monasteries.

Some time between the 14th and 19th centuries, the Buddhist monasteries came to an end and eventually the various Hindu and Buddhist sects, whose beliefs were similar, merged into Bali-Hinduism.

And so, Ahim, Steven, Agong and I thus started this journey to Bali: the seeking of Budha.

It's not a typo.

Budha, not Buddha, is by all means has nothing to do with the 3-paragraph story in the beginning of this post.

Our Budha is this :



Bule Mudha, saudara-saudari!

Bukan Buta (Bule Tua) ataupun Bude (Bule Depok) tapi Budha (Bule Muda) yang tentunya sangat menarik hati siapapun yang masih waras, baik pria maupun wanita indonesia. Bukan, bukan maksudnya Bule umur 8 taun yang pas siang hari berkeliaran di pantai Kuta sambil minum susu, tapi Bule umur 18 taun yang pas siang hari berkeliaran di pantai Kuta sambil pamer susu badan. (I wish it was true)

Jadi saudara-saudara, pada tanggal 28 Juni kemarin kami berempat terbang ke Bali dan perjalanan legendaris yang mungkin ga akan pernah kami lupakan, dimulai : kami mau jalan-jalan, foto-foto, main-main, dan tentu saja, mencari Budha! (ini si Ahim doank kok yang terakhir sebenernya)

Begitu banyak cerita-cerita pergi membunuh (gokill) yang kalo ditaro dalam satu post, uda pasti postingan gw ga bisa selesai dibaca tanpa ngescroll mouse sampe telunjuk melepuh. Dengan karena itu gw mutusin buat ngepost perjalanan kami ke Bali satu-satu, mulai besok. Sekarang teh uda ngantuk pisan ini. Badan masih pegel habis Budha hunting diving di tanjung Benoa.

Hati masih rada enteng karena seseorang yang menghapus rasa bete di hari terakhir perjalanan dikarenakan money issue. Untung ada dia pas lageh onlen. Makasi ya mbak!

Back to reality, denger-denger mulai minggu depan quarantine policy uda ga diberlakukan, dengan kata lain gw ga jadi perlu majuin tiket balik ke singapur! Yes o yes mules mules!

Kalo ga ada halangan lagi, gw bakal sampe di Singapura tanggal 19 Juli 2009 saudara-saudari, sehari setelah hari paling penting di Cengkareng, kelurahan Kapuk.

Ada yang mau jemput?

How I wish I could hold you
And tell you everything'll be alright


Song of the day : Bobby Darin - Beyond The Sea

scandal issued at 3:23 AM_




Jun 23, 2009

sepatah,

Kenapa kita pusing memikirkan kemarin dan besok? Apa yang telah terjadi, dan apa yang akan terjadi, semuanya terjadi. Tidak perlu dipikirkan!

Yang penting: nikmatilah apapun yang kau punya hari ini.

Layaknya anak-anak.



back from bandung! tired tired tired. but happy. :D

gonna update the blog real soon.

miss you much!

Song of The Day : Lobow - Kau Cantik Hari Ini

scandal issued at 1:13 AM_




Jun 15, 2009

oh what?

after the rain,



the wiping.

flying to singapore the day after tomorrow.
a 3-day trip with nadia cilik!

attending scholarship interview.

phew.

i miss her so much,
but her who?


Song of the day : The Offspring - Come Out and Play

scandal issued at 5:16 AM_




Jun 5, 2009

wild wide

i guess the blogging era came to an end for most of us, eh?

anyway this is my 15th days in Jakarta. Half a month. And so far I've done nothing. Yay! what an achievement.

not.

I should go out and shoot more, for god's sake.

today finally i officially own a pure-bred wide-angle lens.

ladies and gentlemen, i present to you :

TOKINA 11-16 f/2.8 AT-X PRO DX




and some test shots straight away (click thumbs for original size):


in my room @ 11mm


and close up of my big botak brotha @ 11mm

Now I see why Ken Rockwell said that Tokina 11-16 is the best ultrawide zoom available for Nikon DX cameras.

On other note, I think I've made up a resolution to start updating this space more regularly from now onwards. Stay away, lazy devil!

Pickup line of the day:
B : Aren't you tired?
G: No, why?
B: Cuz, you've been running in my mind all day.

Classic never dies.
Thanks, cin! :D

PS: Jawaban kuis sebelumnya : TERIma kasih.


Song of the day : Sugar Ray - Shot Of Laughter

scandal issued at 2:53 AM_




May 25, 2009

aduh

TERI, TERI APA YANG SOPAN?

i need to sleep :/

scandal issued at 1:16 AM_




May 14, 2009

buaya



hayo anak2, mari kita SYOPPING!

scandal issued at 2:04 AM_




May 13, 2009

why, you ask?

“Many things--such as loving, going to sleep, or behaving unaffectedly--are done worst when we try hardest to do them.”
- C.S. Lewis

Does the same apply when we make friends?

Not trying hardest doesn't mean not trying, my friend.

You have to open your eyes wide until it hurts,
because that is the only way to comprehend the thinking of Man.

Behavior is what a man does, not what he thinks, feels, or believes.

There is a reason, because we are from not the same planet as you,
we are
Martians.

For us,
value of comradeship is
immensely
ridiculously
illogically

immeasurable.



Think again,
before you rethink.
Because honesty is a virtue,
only not always upright

scandal issued at 1:51 PM_




May 12, 2009

ayam?



dhea says (6:40 PM):
itu ayam?

void.inside! says (6:40 PM):
itu namanya burung

dhea says (6:40 PM):
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
burung aja bimbo

dhea says (6:41 PM):
kalah gw

dhea says (6:41 PM):
-.-

a tribute to dhea, and mr pras.

PGP sih, ayam aja masuk
keluar-keluar lecet.

scandal issued at 6:48 PM_